Pebisnis Berstatus Karyawan

Seorang pembaca DI yang masih berstatus karyawan mengeluhkan betapa susahnya punya bisnis sampingan. Ia sudah coba menggeluti berbagai macam bisnis, tapi tak ada satupun yang membuahkan hasil. Apa karyawan tidak bisa punya bisnis sampingan yang sukses?

Tidak juga. Banyak karyawan yang bisa sukses dengan bisnis sampingannya. Misalnya seperti Ir Henky Eko Sriyantono MT (36) atau biasa dipanggil Cak Eko. Selain menjabat sebagai Manajer di sebuah BUMN besar, ia juga mengelola bisnis bakso yang dikembangkan secara franchise “Bakso Malang Kota Cak Eko”.

Status karyawan bukanlah penghalang untuk sukses berbisnis. Bahkan, banyak pakar menyarankan untuk mulai berbisnis selagi masih berstatus karyawan. Mengapa? Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika anda memasuki proses memulai bisnis. Dan, ini yang paling penting, anda bisa lebih berani mengambil langkah-langkah bisnis yang diperlukan.

Tapi, kenapa masih banyak karyawan yang gagal punya bisnis sampingan? Bisa jadi mereka gagal karena menganggap bisnis sampingan hanya kerja sampingan, bukan utama. Mereka selalu saja menunda dan tidak meluangkan waktu yang cukup untuk mengelola bisnis sampingan mereka dengan alasan lembur, banyak meeting, capek, dll, dst. Hasilnya? NOL besar!

Ingin sukses punya bisnis sampingan sih memang sah-sah saja. Tapi apakah keinginan untuk mewujudkannya juga sama-sama kuat? Apakah bisnisnya sendiri sudah dijalankan dengan maksimal?

Orang sukses seperti Cak Eko pun awalnya mengalami hal yang kurang lebih sama, tapi toh ia bisa berakhir dengan kesuksesan. Lantas, apa kelebihannya?

Simple saja. Orang sukses selalu menghadapi masalah sebagai happy problem atau tantangan. Mereka tidak membenamkan diri dalam keluhan dan sejuta pertanyaan. Cari solusinya dan jalankan segera!

Sumber: http://www.dexton.adexindo.com/artikel-desember3-pebisnis-berstatus-karyawan.html

Google Terima 75.000 CV per Minggu

Google Inc, raksasa perusahaan Internet asal Mountain View, melaporkan telah menerima lebih dari 75.000 surat lamaran pekerjaan setiap minggu.  Ini  adalah rekor baru dalam sejarah Google sebagai salah satu perusahaan terpopuler di dunia.

Perusahaan Web ini dibanjiri surat lamaran beserta riwayat hidup (CV) dari berbagai penjuru dunia sepanjang minggu lalu, sesaat sesudah perusahaan itu membuka lowongan pekerjaan. Yang diperlukan perusahaan itu cuma 6.000 tenaga kerja.

Sebagai perusahaan raksasa, Google terus berekspansi. Tahun ini berencana memfokuskan diri pada pengembangan bisnis di luar mesin pencari, terutama di layanan mobile, iklan, dan aplikasi Internet. Namun, raksasa Internet yang berkibar dalam satu dekade terakhir itu harus menghadapi kompetisi yang ketat dengan SDM di Facebook dan Apple.

“Kami mencari bakat terbaik,” kata Alan Eustace, senior vice-president of engineering and research Google Inc dalam blog resmi Google, dikutip VIVAnews dari Telegraph, Senin 7 Januari 2011.

Google bertekad mempekerjakan sebanyak mungkin orang-orang cerdas, orang-orang kreatif yang bisa mengatasi tantangan berat dalam lingkungan komputer dan Internet.

“Seperti misalnya membangun sistem operasi berbasis Web dari nol, membuat sistem indeks (indexing) lebih dari 100 juta gigabyte dalam waktu singkat, hingga mengembangkan mobil yang bisa bisa melaju sendiri,” tandasnya. Untuk itulah mereka merekrut tenaga kerja baru.

Jumlah pelamar yang membludak itu memecahkan rekor sebelumnya.  Lebih tinggi 15 persen dari yang tercatat pada bulan Mei 2007. Hingga  akhir tahun 2010, jumlah karyawan Google di seluruh dunia 24.400 orang. Jumlah ini termasuk karyawan yang bekerja di unit bisnis Google, meliputi YouTube, DoubleClick, On2 Technologies, GrandCentral, Picnik, Aardvark, dan AdMob.

http://teknologi.vivanews.com/news/read/203331-google-terima-75-000–i-cv–i–per-minggu
(Senin, 7 Februari 2011)

Sektor Informal Dinilai Lebih Menjanjikan

Penyerapan tenaga kerja di sektor informal lebih banyak memberi solusi atas buramnya persoalan ketenagakerjaan Indonesia.

Sleman mengusulkan tambahan 10 paket padat karya.
Penyerapan tenaga kerja di sektor informal lebih banyak memberi solusi atas buramnya persoalan ketenagakerjaan di Indonesia. Data di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyebutkan, lapangan kerja sektor informal menyerap tenaga kerja cukup tinggi pada 2010, sebesar 63,7 persen.

Realitas itu mendorong lahirnya dua program, yakni Pengembangan Kegiatan Usaha Ekonomi Produktif Sistem Padat Karya (Model Padat Karya Produktif) dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Teknologi Tepat Guna.
“Dua program itu hingga 2014 menjadi prioritas kami menyelesaikan masalah perluasan kesempatan kerja,”kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, dalam kunjungan kerjanya ke Bedukan, Pleret, Bantul, kemarin.

Dia berharap pemerintah Ban tul memanfaatkan secara baik program tersebut untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan yang terjadi disana.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul mencatat, jumlah perusahaan formal sebanyak 560 perusahaan. Sedangkan jumlah angkatan kerja di Bantul ada 481.420 orang, 80 ribu lebih di antaranya menganggur dan setengah menganggur. Persentase pengangguran terhadap angkatan kerja 2010 hanya 6,2 persen, dengan jumlah pencari kerja rata-rata 9.000 orang tiap tahun.

Wakil Bupati Bantul Soemarno mengatakan serapan angkatan kerja lokal menurun pada 2009, dari 1.125 jiwa menjadi hanya 328 jiwa pada 2010. Kenaikan kecil justru terjadi pada angkatan kerja antardaerah, dari 443 jiwa pada 2009 menjadi 598 jiwa.

Penambahan unit program padat karya akan dilakukan untuk warga di wilayah Kabupaten Sleman. Pascaerupsi Merapi, Kementerian Tenaga Kerja telah menggulirkan delapan unit program padat karya, dan akan di tambah lagi, mengingat warga terdampak erupsi berjumlah 13 ribu orang. “Erupsi Merapi terjadi akhir tahun, sehingga dana diambil dari anggaran tambahan,” kata Muhaimin saat berkunjung di Balai Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman, kemarin.

Ada tiga program unggulan yang direncanakan, yaitu Pembangunan Desa Produktif, Pengembangan Teknologi Tepat Guna, dan Padat Karya. Program itu akan dilakukan hingga akhir 2011. Sayangnya, Cak Imin-panggilan Muhaimin–tidak bisa menyebutkan berapa dana yang disiapkan.

Sedangkan Kriswantom, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Sleman, mengakui sebelumnya telah menerima paket padat karya senilai Rp 750 juta. Kini, ia mengusulkan lagi 10 paket padat karya. Pekerjaan utamanya adalah perbaikan infrastruktur yang rusak akibat erupsi Merapi.”Idealnya 10 paket padat karya lagi, karena yang mendapat jatah itu baru separuhnya,” kata Kriswanto.

PRIBADI WICAKSONO | MUH SYAIFULLAH
http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2011/03/21/ArticleHtmls/21_03_2011_223_019.shtml

Rahasia Sukses Lulus Tes

“Rahasia Sukses Lulus Tes Pekerjaan dan Ujian Nasional Pelajar Plus Bantuan Fasilitas Soal Test Serta Didukung Software Simulasi Soal-Soal Tes Terlengkap dan Update. Untuk Persiapan Menghadapi Penerimaan CPNS, BUMN, Swasta, SNMPTN, Ujian Akhir Nasional Serta Sebagai Sarana Media Investasi Pendidikan Bagi Anda dan Keluarga Anda”

Sangat Berguna Bagi anda yang sedang
– Investasi Bisnis Online dengan produk massal
– Persiapan Mengikuti Tes Penerimaan CPNS
– Persiapan Mengikuti Tes Penerimaan BUMN
– Persiapan Mengikuti Tes Karyawan Swasta
– Persiapan Tes Saringan Masuk Kuliah dan Ujian Nasional SMU, SMP
– Mencari Informasi Lowongan CPNS Lengkap Terbaru
– Mencari Informasi Lowongan BUMN Lengkap Terbaru
– Mencari Informasi Lowongan Swasta Terbaru
– Mencari Informasi Perguruan Tinggi, SNMPTN
– Mencari Penghasilan Tambahan
– Mencari Produk E-Book dan Software bermutu
– Mencari Informasi yang baru dari E-book terbaru dan bermutu
– Banyak Tips Trik Rahasia serta bermanfaat disini

Info lebih lanjut, klik di sini